Sabtu, 25 Juli 2009

Tips Aman Hindari Pencurian Data Pribadi

Meningkatnya pencurian data pribadi kini menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Hal ini bisa saja menimpa Anda, dan yang lebih menakutkan apabila pencurian data ini sama sekali tidak kita sadari.

Lalu bagaimana menecegah hal ini menimpa Anda? Berikut ini cara-cara pencegahan yang harus Anda perhatikan.

Tak membawa akte lahir, paspor, kartu penting lain bila tak mendesak
Dokumen-dokumen di atas mengandung informasi pribadi yang sangat penting. Melalui data-data di kartu tersebut, seseorang dapat menelusuri data-data lain mengenai diri kita. Dengan tidak membawa-bawa dokumen tersebut, berarti Anda meminimalisir resiko kehilangan. Simpan dokumen tersebut di tempat yang paling aman di rumah Anda atau di hotel tempat Anda menginap.

Perhatikan rekening bank Anda secara online sesering mungkin
Anda harus waspada dengan pergerakan saldo di rekening bank. Kebanyakan penipuan keuangan dilakukan tanpa disadari. Perhatikan perubahan saldo bahkan walau hanya Rp 10 ribu, karena bisa jadi, itu salah satu bentuk penipuan.

Jangan simpan semua kartu kredit dalam satu dompet
Bawa hanya satu kartu kredit di dompet Anda, dan simpan sisanya di rumah. Cara ini tak hanya menghalangi Anda untuk mudah tergiur menggesek banyak kartu kredit dalam satu waktu, sekaligus memperkecil resiko potensi kerugian saat dompet yang Anda bawa hilang.

Hati-hati saat menggunakan komputer milik umum
Setiap komputer bisa saja terinfeksi program mata-mata (spyware). Sebuah program mata-mata bisa merekam setiap ketikan keyboard komputer pengguna. Jadi bila Anda sedang login dan mengetikkan password akun bank secara online, atau misalnya berbelanja secara online menggunakan komputer publik, bisa saja seorang cracker (hacker jahat) kemudian memanfaatkan rekaman data tersebut untuk menjebol kartu kredit Anda

Jangan gunakan kartu debit untuk berbelanja secara online
Menggunakan kartu debit secara online sangat berbahaya. Sebab, bila seorang pencuri data bisa mengetahui nomor kartu debit Anda, ia bisa mengosongkan rekening Anda hanya dalam waktu lima menit.

Sumber: shine.yahoo.com

Over 2,000 Indonesians in Taiwan Married to Locals

Over 2,000 Indonesians in Taiwan are known to have married locals in the past few years, Dr Andrew Nien-Dzu Yang, secretary of the Chinese Council of Advanced Policy Studies, said here on Thursday.

The figure was still small compared to the number of marriages between Taiwanese and Chinese as well as Thai, he said in a lecture to participants of a workshop on development of Taiwan’s media.

"We don’t have any problem with Indonesian spouses. Many of them are Indonesians of Chinese descente," Yang said.

He said over the past two decades Taiwan had experienced an assimilation boom composed largely of spouses from mainland China and Southeast Asian countries like Vietnam, Indonesia. These new immigrants, more than 90 percent of whom are female, numbered more than 399,000 at the end of 2007, making them the fifth largest demographic group in Taiwan.

To help these immigrants assimilate, the government plans to spend NT$3 billion (USD91.4 million) in ten years following 2005 to support council services, educational programs and other schemes designed for foreign spouses.

Various government agencies and non governmental organizations have also provided translation services and free language classes for foreign spouses to help them overcome linguistic and cultural difficulties, he said.

Furthermore, the government conducted a program to financially support foreign spouses of middle-and low-income families. Those who have remained jobless for more than 12 weeks are eligible for subsidies of as much as USD472 per month for up to six month. Free vocational training program, in the meantime, are also available to assist them o find employment, he said.

Source : Antara

Mau Anak Putih? ML-nya Setelah Jam 05.00 Subuh!

Teknik bertahan dalam persetubuhan menjadi hal yang sangat penting dan mendapat tempat khusus dalam Assikalaibineng. Dan sekali lagi, pihak suami menjadi faktor kunci.

Kitab peretubuhan Bugis Assikalaibineng ini tahu betul bahwa pihak suami senantiasa lebih cepat menyelesaikan hubungan ketimbang perempuan. Menenangkan diri, sabar, konsentrasi, dan memulai dengan kalimat taksim amat disarankan sebelum foreplay.

Manuskrip Assikalaibineng amat mementingkan kualitas hubungan badan ketimbang frequensi atau multiorgasme. Assikalaibineng adalah ilmu menahan nafsu, melatih jiwa untuk tetap konsentrasi dan tak dikalahkan oleh hawa nafsu.

Namun pada intinya, Assikalaibineng bukanlah lelaku atau taswawwuf untuk berhubungan badan, lebih dari itu Assikalaibnineng adalah tahapan awal untuk membuat anak yang cerdas, beriman, memiliki fisik yang sehat. Inti dari ajaran ini adalah bagaimana membuat generasi pelanjut yang sesuai tuntutan agama. (h.151)

Banyak teori seksualitas mengungkapkan bahwa potensi enjakulasi sebagai puncak kenikmatan seksual bagi laki-laki lebih tinggi ketimbang perempuan. Perbandingannya delapan kali untuk suami, dan satu kali bagi istri.

Bahkan, dapat saja seorang istri tidak pernah sekalipun merasakan orgasme seteles sekian kali, bahkan sekian lama hidup berumah tangga. Assikalaibaineng, mengkalim bahwa ini terjadi karena pihak suami sama sekali tak tahu atau bahkan tak mau tahu dengan lelaku seks yang mengedepankan kualitas.

Emonde Boas, seorang dokter asal Amerika bahkan pernah melakukan penelitian, dari 1400 lelaki yang didata mengidap penyakit lemah syahwat, hanya tujuh yang lemah karena sebab-sebab jasmani, yang lainya karena sebab rohani atau psikologis,"

Dia melanjutkan, "kejiwaanlah yang menyebabkan faktor terbesar sekaligus penggerak seseorang melakukan hubungan seks, sedangkan tubuh dan alat reproduksi hanya merupakan alat pemuasan bagi melaksanakan kehidupan kejiwaan seseorang.
Sedangkan teknik mengelola nafas, cara penetrasi, dan menutup hubungan dengan pijitan ke sejumlah titik rangsangan perempuan, dan menemani istri tertidur dalam satu selimut atau sarung merupakan bentuk akhir menjaga kualitas hubungan.

Pengetahuan praktis seperti waktu yang baik dan kurang baik untuk berhubungan badan juga secara rinci diatur dalam kitab ini. "Tidak sepanjang satu malam menjadi masa yang tepat untuk bersetubuh." (hal.166)

Terdapat keterkaitan waktu bersetubuh dengan kualitas anak yang terbuahi, seperti warna kulit anak. Untuk memperoleh anak yang berkulit putih, peretubuhan dilakukan setelah isya. Untuk anak yang berkulit hitam, persetubuhan dilakukan tengah malam (sebelum shalat tahajjud), anak yang warna kulitnya kemerah-memerahan dilakukan antara Isya dan tengah malam.

Sedangkan untuk anak berkulit putih bercahaya, bersetubuhan dilakukan dengan memperkirakan berakhirnya masa terbit fajar di pagi hari. Atau lebih tepatnya dilakukan usai solat subuh, antara pukul 05.15 hingga pukul 06.00 jika itu waktu di Indonesia. Ini sekaligus supaya mempermudah mandi junub.

Secara khusus kitab ini adalah menuntut pihak suami sebagai inisiator dan mengingatkan kepada istri, agar menyesuaikan waktu tidur dengan keinginan melakukan persetubuhan. Sebab ternyata, persoalan waktu amat berdampak secara psikologis maupun biologis, terutama pihak istri.

Sesuaikan waktu tidur

Teks Assikalaibineng secara spesifik menyebutkan adanya kaitan waktu tidur istri dengan ajakan suami bersetubuh. Assikalaibineng A hal.72-73 menyebutkan, "bila suami mengajak istri berhubungan saat menjelang tidur, maka ia merasakan dirinya diperlakukan penuh kasih sayang (ricirinnai) dan dihargai (ripakalebbiri). Akan tetapi jika istri sedang tidur pulas, lantas suami membangunkannya untuk bersetubuh, maka istri akan merasa diperlakukan laiknya budak seks, yang disitilahkan dengan ripatinro jemma'.

Soal bangun membangunkan istri yang tidur pulas, Assikalaibineng juga memberikan cara efektif. Kitab ini sepertinya tahu betul, bahwa jika usai orgasme sang istri biasanya langsung tertidur. Untuk menunjukkan kasih sayang, maka usai berhubungan lelaki bisa mengambil air, lalu mercikkan satu dua tetes ke muka istri.

Setelah istri terbangun, lelaki memberikan pijitan awal di antara kening, mata, menciumim ubun-ubun, memijit bagian panggul lalu bercakap-cakap sejenak. Percakapan ini bagi istri akan selalu diingat.

Sumber : Kompas.com

Jumat, 10 Juli 2009

Young and pretty lady wishes to marry a rich guy

Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:

"Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan Pria Kaya?"

Aku akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usiaku 25 tahun. Aku sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi.

Aku berharap menikah dengan pria kaya yang berpenghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp. 5,5M) atau lebih. Anda mungkin akan berkata kalau aku termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan sampai dengan $1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York.

Permintaan aku tidak setinggi itu, adakah pria di forum ini yg berpenghasilan $500 ribu per tahun?

Apakah anda semua telah menikah?

Aku ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang-orang seperti anda?

Diantara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah aku capai. Jika seseorang ingin pindah keperumahan mewah di wilayah barat NewYork City Garden, penghasilan $250ribu tentu tidak cukup.

Beberapa hal yang ingin Aku tanyakan:

1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu dan berkumpul ?
Mohon nama dan alamat Bar, Restaurant dan Gym yang sering dikunjungi.

2. Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria aku ?

3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja ?

Aku telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan menarik tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.

4. Apa pertimbangan anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar anda ?

Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.

The Answer Is :

Terima kasih, Gadis Jelita

Dan inilah jawaban fantastik dari seorang ahli keuangan, dari Wall Street Financial.


Dear Gadis Jelita,

Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis-gadis yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda.

Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional. Penghasilan tahunan saya lebih dari $500 ribu yang tentu memenuhi kriteria anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pembisnis, menikah dengan anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan dulu detil-detil yang anda tanyakan.

Sebenarnya apa yang ingin anda lakukan adalah pertukaran antara "kecantikan" dan "uang". Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.

Tapi ada permasalahan fatal di sini, kecantikan anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.

Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya.

Karena itu dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang terapresiasi sedangkan anda adalah aset yang terdepresiasi. Depresiasi yang anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset anda, nilai anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.

Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki posisi. Berpacaran dengan anda juga memiliki "posisi perdagangan". Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya, bukan ide yang baik untuk mempertahankannya.

Begitu juga dengan pernikahan yang anda inginkan. Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa. Pria dengan penghasilan $500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya.

Usahakan agar anda dapat membuat diri anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.

Semoga jawaban saya dapat membantu.


Sincerely,



JP Morgan


PS :
Regard,



Heden Satriya

Dikutip dari Theard Kaskus.US, (resapan : Majalah Fortune)